Kabar dari kampung
Hujan tipis-tipis sore ini
Mengirimmu kabar kampung yang teriris
Selalu cerita perih mengeram
Nostalgi kusam membentang
Sepanjang zaman
Bapak merebut hidup dari sejengkal tanah warisan
Dengan keringat asin yang terperam
Dari tubuh coklat tembaga legam
Sedang Emak berburu kayu
Dari kemarau yang tersangkut akar-akar musim
Sementara di kota anaknya berjudi nasib jadi urban
Siang bekerja serabutan
Malam bergelantung menguliti jantung-jantung jembatan
“Adakah harapan untukku membuka langit merebut matahari”gumamnya memandang langit memincingkan mata hitam.
Oleh : Prasetyo
Comments
Post a Comment